Uncategorized

Sistem Pengendalian Debu Asap dan Gas Hasil Produksi

By May 7, 2021No Comments

Sistem pengendalian debu asap dan gas hasil mengolah wajib dilakukan secara khusus. Teknis yang paling umum dilakukan adalah bersama dengan menempatkan alat bantu detektor untuk memantau pencemaran udara, debu, asap dan gas. Jika tidak dikendalikan akan sebabkan pencemaran hawa makin parah.

Debu, asap dan gas hasil mengolah didalam PP No. 41 Tahun 1999 Tentang Pengendalian Pencemaran Udara merupakan limbah dikarenakan sifatnya yang mirip sekali tidak berguna dan condong merugikan. Pengendalian pencemaran hawa meliputi pengendalian dari:

-Usaha dan/atau aktivitas sumber bergerak
-Sumber bergerak spesifik
-Sumber tidak bergerak
-Sumber tidak bergerak spesifik


Yang dilakukan bersama dengan upaya pengendalian sumber emisi dan/atau sumber masalah yang bertujuan untuk menahan turunnya hawa ambien. Debu bersifat padatan halus, sedangkan gasnya terdiri dari berbagai macam senyawa, seperti belerang oksida, karbon dioksida, karbon monoksida, asam chlorida dan asap yang mudah terbakar.

Di bawah ini akan dijelaskan cara mengatasi pencemaran hawa yang dipicu oleh debu asap dan gas hasil produksi.

Solusi Sistem Pengendalian Debu Asap dan Gas Hasil Produksi

Pengendalian pencemaran emisi cerobong asap, tersedia dua macam yakni pengendalian emisi debu dan pengendalian emisi senyawa pencemar. Bagian yang wajib dikontrol adalah cerobong dan ventilator.

Cerobong menghasilkan isapan ilmiah yang bisa mengalirkan asap dan pembersihan gas bengan bag filter terlihat dan dipasang setinggi kemungkinan sehingga tidak mengganggu lingkungan sekitar. Tarikannya kemungkinan wajib dimaksimalkan, jika tinggi cerobong tidak bisa mengeluarkan asap secara optimal.

Isapan paksa ini bisa ditempuh bersama dengan memakai ventilator. Ada tiga macam, yakni sistem tarikan isap di mana fan terpasang sebelum saat cerobong, tarikan tekan di mana fan terpasang sebelum saat ruang bakar dan tarikan kombinasi, di mana dua fan terpasang sebelum saat cerobong dan sebelum saat ruang bakar.

Selain pengendalian emisi, cerobong asap sendiri termasuk butuh proteksi dari bahaya kebakaran yang bisa mengundang ledakan yang kerap terjadi. Khusus untuk proteksi cerobong asap spark detector GreCon adalah pilihan yang tepat.

Perangkat ini akan medeteksi percikan api di didalam cerobong asap. Kemudian men-trigger panel multi-hazard yang ditambah bersama dengan fire extinguisher sebagai eksekutor pemadam.

Sedangkan untuk bangunan perkantoran, perpustakaan, laboratorium dan sejenisnya untuk mengendalikan asap bisa memakai perangkat smoke detector, alat ini akan mendeteksi keberadaan asap yang kemungkinan di akibatkan oleh kebakaran.

Pengendalian Gas Hasil dan Sisa Produksi

Gas sisa pembakaran atau hasil mengolah wajib dikendalikan. Gas-gas berbahaya seperti NH3 (Amoniak), Elpigi, Gas H2S dan gas lainnya. Dalam mengendalikan gas berikut wajib dipasang gas detector yang bisa mendeteksi keberandaan gas berbahaya.

Beberapa gas punyai pembawaan moderatly toxic, oxidizing (pengoksidasi), bersifat mengiritasi (irritant) dan mudah meledak (explosive), untuk gas mudah terbakar wajib penanganan yang tepat.


Menghindari bahaya kebakaran yang diakibatkan oleh gas selengkapnya bisa dibaca terhadap artikel Gas Detektor untuk menjauhi Kebakaran Gas. Berbagai macam pengendalian yang tersedia bertujuan untuk mengurangi pencemaran udaran dikarenakan asap yang bisa mengundang kerugian bagi kebugaran seperti asma, asbestosis dan keracunan.

Maka debu wajib terbuang keluar, bukannya menumpuk di didalam ruangan. Semua pabrik atau industri sebaiknya punyai pengendalian debu dan asap hasil produksi.

Pengendalian bersama dengan Pemisahan Debu

Pengendalian debu dan asap hasil mengolah termasuk mencakup pemisahan debu. Debu sebagai materi partikulat butuh penanganan tersendiri. Emisi debu bisa dikendalikan bersama dengan alat spesifik sehingga debu bisa terpisah dari aliran gas buang.

Alat yang digunakan wajib pertimbangkan aspek ekonomis dan tujuan akhir pengolahan. Secara umum, tersedia beberapa macam yakni pemisah Brown, penapisan dan pengendap eletrostatik.

Prinsip kerja alat ini berdasar terhadap ketentuan Brown. Alat ini punyai ukuran bersama dengan kisaran 0.01 sampai 0.05 mikron. Sedangkan sistem penapisan memakai deretan filter atau penapis yang diklaim bisa menyingkirkan debu sampao 0.1 mikron. Susunan filter ini bisa termasuk dimanfaatkan untuk mengendalikan gas buang yang punya kandungan debu higroskopik atau minyak.

Pengendap elekstrostatik sebagai tidak benar satu pengendalian debu dan asap hasil mengolah merupakan alat yang mengalirkan tegangan tinggi dan dikenakan terhadap aliran asap dan gas yang berkecepatan rendah. Alat ini menghasilkan getaran yang bisa menyingkirkan debu yang menempel. Kelebihan alat pengendap elektrostatik ini adalah debu yang diemisikan kering bersama dengan ukuran kira-kira 0.2 – 0.5 mikron.

Pemisah insersia merupakan alat yang bekerja berdasar terhadap style insersia. Pemisah ini mempergunakan lapisan penyekat untuk menengahi partikel gas dan asap yang saling bertumbukan bersama dengan penyekat. Alat ini terlalu baik diaplikasikan terhadap partikel debu atau asap berukuran sampai 5 mikron.