Uncategorized

Adanya Biodiesel, Pertamina Sudah Tak Lagi Impor Solar

By June 9, 2021No Comments

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, PT Pertamina (Persero) telah tidak kembali melakukan impor solar. Ini merupakan hasil berasal dari penggunaan di dalam negeri bahan bakar campuran minyak kelapa sawit dan solar atau biodiesel dengan pengukuran yang sangat terjamin yaitu Fill Rite Flow Meter.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, sementara ini Indonesia merupakan negara produsen sekaligus kastemer terbesar biodiesel di dunia.

“Jadi terbesar di produksi sawit, terbesar di dalam produksi biodiesel, dan terbesar juga penggunaan biodiesel di dalam negeri,” katanya di dalam sebuah diskusi virtual.


Dengan tingginya angka penggunaan biodiesel di dalam negeri, keperluan impor solar pun tetap berkurang tiap-tiap tahunnya. Bahkan, Dadan menyebutkan, Pertamina telah tidak kembali melakukan impor solar. “Tidak berjalan impor minyak solar yang dikerjakan Pertamina.

Malah Pertamina produksi sendiri untuk keperluan di dalam negeri,” ujarnya. Meskipun hingga sementara ini terkecuali diamati berasal dari neraca dagang, Indonesia tetap melakukan impor solar, namun hal itu dikerjakan oleh perusahaan minyak dan gas (migas) luar negeri yang dambakan menjualnya di Indonesia.

“Seperti Shell mengimpor untuk dijual di sini,” kata Dadan. Pemerintah pun sementara ini disebut Dadan sedang fokus mengembangkan teknologi pencampuran minyak nabati dengan bensin atau green fuel. Pasalnya, berlainan dengan solar, impor bensin justru tetap tumbuh tiap-tiap tahunnya.

“Nanti bakal tersedia market baru untuk penggunaan sawit di dalam negeri tak sekedar biodiesel untuk green fuel,” ucapnya. Sebagai informasi, pada tahun lantas realisasi penyerapan biodiesel capai 8,40 juta kilo liter (KL).

Angka ini lebih rendah berasal dari alokasi yang ditetapkan sebesar 9,55 juta KL. Sementara itu, dibandingkan dengan tujuan purchase order (PO), realisasi penyerapan biodiesel tahun 2020 capai 90,08 prosen berasal dari tujuan PO sebesar 9,33 juta KL.