Uncategorized

mengenal jenis masker rekomendasi terbaru WHO

By November 5, 2021No Comments

Masker selalu jadi alat pelindung diri atau APD yang paling mutlak dan paling murah di tengah wabah virus corona Covid-19. Organisasi Kesehatan Dunia WHO bahkan udah mengeluarkan petunjuk paling baru bagi masyarakat untuk melawan virus corona.


Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus layaknya dikutip Korea Times membuktikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) udah mengubah sarannya perihal pemakaian masker wajah di tengah pandemi corona
WHO menegaskan, masker harus dipakai di tempat-tempat di mana virus tersebar luas dan masyarakat sulit untuk menerapkan jarak fisik.

Anda harus tahu, saat ini ada lima style masker yang dapat jadi APD paling efisien dalam menghadapi wabah virus Corona Covid-19? Masyarakat juga harus mengetahui bahwa pemakaian masker yang ditujukan untuk masyarakat umum maupun tenaga medis memiliki style dan standar yang berbeda-beda.


Karena itu masker yang digunakan harus sesuaikan bersama tingkat intensitas aktivitas tertentu, juga untuk menghadapi merebaknya wabah virus corona Covid-19 saat ini ini. Berikut merupakan style dan klasifikasi masker yang harus diketahui oleh masyarkat umum berdasarkan panduan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Masker Kain

Masker kain dapat digunakan untuk mencegah penularan sekaligus mengantisipasi kelangkaan masker yang berlangsung di pasar seperto apotek dan toko-toko kesehatan. Masker kain yang dibikin harus memiliki 3 (tiga) susunan yakni susunan non-anyaman tahan air (depan), microfibre melt-blown kain non-anyaman (tengah), dan kain biasa non-tenunan (belakang).


Masker kain harus dicuci dan dapat dipakai berkali-kali. Bahan yang digunakan untuk masker kain berupa bahan kain katun, scarf, dan sebagainya. Penggunaan masker kain dapat dipergunakan untuk:

Bagi masyarakat umum dalam suasana sehat

Masker style ini dapat digunakan kala berada di daerah umum dan layanan lainnya bersama selalu memelihara jarak safe yakni 1-2 meter.


Namun, jika masyarakat memiliki aktivitas yang tergolong berbahaya (misalnya, penanganan jenazah Covid-19, dan sebagainya) maka tidak disarankan manfaatkan masker kain namun harus manfaatkan masker style lain dan APD pendukung.

Bagi tenaga medis

Masker kain tidak disarankan sebagai APD (Alat Pelindung Diri) untuk tingkat keparahan tinggi karena sekitar 40%-90% partikel dapat menembus masker kain bagi tenaga medis.


Masker kain cuma boleh digunakan sebagai opsi paling akhir jika masker bedah atau masker N95 tidak ada lagi. Meskipun demikianlah pemakaian masker kain oleh tenaga medis idealnya harus dikombinasikan bersama pelindung wajah yang menutupi seluruh anggota depan dan segi wajah. WHO juga mengeluarkan pedoman baru perihal komposisi masker kain non-medis untuk masyarakat umum. WHO merekomendasikan masker harus terdiri dari setidaknya tiga susunan bahan yang berbeda.


Lapisan paling dalam harus terbuat dari bahan penyerap air layaknya kapas dan bahan yang lebut lantaran bersentuhan langsung bersama kulit. Kemudian susunan tengah – yang berfaedah sebagai filter- terbuat dari bahan layaknya polipropilena non-anyaman. Sedangkan susunan luar harus terbuat dari bahan yang tahan air layaknya poliester.


Maker Bedah 2 Ply atau memiliki nama lain Surgical Mask 2 Ply

Masker bedah 2 Ply alias urgical Mask 2 Ply ini, cuma terdiri dari 2 susunan (layers) yakni susunan luar dan susunan dalam tanpa susunan tengah yang berfaedah sebagai filter. Karena tidak memiliki susunan filter terhadap anggota tengah salah satu susunan luar kedap air dan dalam yang langsung kontak bersama kulit, maka style masker ini kurang efisien untuk menyaring droplet atau percikan yang keluar dari mulut dan hidug pemakai kala batuk atau bersin.


Dengan begitu, masker style ini cuma disarankan untuk pemakaian masyarakat sehari-hari yang tidak menunjukan gejala-gejala flu atau influenza yang disertai bersama batuk, bersin-bersin, hidung berair, demam, nyeri tenggorokan. Karena enteng tembus jensi masker ini tidak disarankan untuk dipakai oleh tenaga medis di layanan layanan kesehatan, bahkan mengani pasien yang terpapar virus corona Covid-19.

Masker Bedah 3 Ply atau Surgical Mask 3 Ply

Masker Bedah memiliki tiga susunan (layers) yakni susunan luar kain tanpa anyaman kedap air, susunan dalam yang merupakan susunan filter densitas tinggi dan susunan dalam yang melekat langsung bersama kulit yang berfaedah sebagai penyerap cairan berukuran besar yang keluar dari pemakai kala batuk maupun bersin. Karena memiliki susunan filter ini, masker bedah efisien untuk menyaring droplet yang keluar dari pemakai kala batuk atau bersin.

Namun susunan ini bukan merupakan barier proteksi pernapasan gara-gara tidak dapat memelihara pemakai dari terhirupnya partikel airborne yang lebih kecil. Dengan begitu, masker ini disarankan untuk masyarakat yang menunjukan gejala-gejala flu atau influenza yakni batuk, bersin- bersin, hidung berair, demam, nyeri tenggorokan. Masker ini juga dapat digunakann oleh tenaga medis di layanan layanan kesehatan.


Berdasarkan petunjuk WHO, masker layaknya ini agar dipergunakan oleh orang yang berusia 60 tahun ke atas atau mereka yang memiliki suasana penyakit mendasar, harus mengenakan masker medis dalam suasana di mana jarak fisik tidak memungkinkan.

Selain itu masker medis harus dipergunakan oleh orang yang memelihara pasien yang terinfeksi corona di tempat tinggal atau orang yang berada di ruangan yang sama. Bagi petugas kebugaran harus mengenakan masker medis and peralatan pelindung diri (APD) kala berhadapan bersama pasien Covid-19 atau orang yang dicurigai atau dikonfirmasi.
Tetapi dalam pembaruan petugas layanan kesehatan, WHO juga merekomendasikan bahwa di daerah bersama penyebaran virus yang meluas, seluruh orang yang bekerja di anggota klinis dari layanan kebugaran harus memakai masker medis.


Masker N95 (atau ekuivalen)

Masker N95 adalah Masker Medis Yang Bagus yang umum dibicarakan dan merupakan grup masker Filtering Facepiece Respirator (FFR) sekali manfaatkan (disposable). Kelompok style masker ini memiliki berlebihan tidak cuma memelihara pemakai dari paparan cairan bersama ukuran droplet, namun juga cairan hingga berukuran aerosol. Masker style ini pun memiliki face seal fit yang ketat agar menolong pemakai terhindar dari paparan aerosol asalkan seal fit dipastikan terpasang bersama benar.


Adapun style masker Filtering Facepiece Respirator (FFR) yang ekuivalen bersama N95 yakni FFP2 (EN 149- 2001, Eropa), KN95 (GB2626-2006, China), P2 (AS/NZA) 1716:2012, Australia/New Zealand), KF94 (KMOEL-2017-64, Korea), DS (JMHLW-Notification 214,2018, Jepang).

Kelompok masker ini disarankan terutama untuk tenaga kebugaran yang harus kontak erat secara langsung mengatasi persoalan bersama tingkat infeksius yang tinggi layaknya pasien positif terinfeksi virus corona Covid-19.

Reusable Facepiece Respirator Tipe masker ini memiliki keefektifan filter lebih tinggi dibanding N95 walau bergantung filter yang digunakan. Karena memiliki kemampuan filter lebih tinggi dibanding N95, style masker ini dapat juga menyaring hingga wujud gas.