Uncategorized

Tips Komplit Memulai Digital Agency

By December 10, 2021No Comments

Hampir semua usaha di wajah bumi udah manfaatkan digital marketing. Tak hiraukan usaha besar atau kecil, pemasaran tradisional menjadi ditinggalkan gara-gara tak ulang efektif di zaman serba online ini.aSampai di sini, Anda udah tahu apa itu digital agency dan kenapa worth it untuk memulainya. Sekarang, saatnya Anda studi tips memulai digital agency supaya sanggup berhasil di era kini. Ada sembilan tips yang sanggup dicoba dan seluruhnya udah kami urutkan berasal dari yang paling penting supaya memudahkan Anda.

Tentukan Jasa yang Ditawarkan

Di awal mula terbentuknya digital agency jakarta, Anda tak kudu tawarkan banyak jasa, kok. Satu atau dua udah cukup. Anda sanggup menjadi dengan tawarkan jasa sesuai skill yang dimiliki dan jasa lain yang tetap berhubungan. Dengan begini, Anda sanggup berhemat dan tak kudu merekrut banyak pegawai sekaligus.

Pilih Niche Market

Niche market adalah segmentasi berasal dari pasar yang lebih luas (mass market). Artinya, alih-alih mencari klien berasal dari beraneka model industri, digital agency Anda cuma menarget pasar yang khusus dan lebih kecil. Misalnya, niche market digital agency Anda adalah industri kuliner. Berarti, Anda cuma menarget klien yang memiliki usaha kuliner saja.

“Wah, jikalau begitu nanti gak dapet banyak klien, dong?”

Memang menerima beraneka model klien di awal terbentuknya agency itu menggiurkan. Namun, menurut praktek yang lazim di dunia freelancer, tidak memiliki niche khusus ternyata mempunyai kerugian jangka panjang. Begitu juga saat diterapkan di digital agency.

Dikarenakan tidak memiliki niche, digital agency Anda tak akan memiliki nilai jual (USP). Efeknya, Anda akan susah membangun reputasi dan tampil drastis di antara ratusan digital agency lainnya. Selain itu, mengerjakan keinginan klien berasal dari industri yang berbeda-beda juga boros tenaga dan biaya.

Lalu, bagaimana langkah menentukan niche market yang pas untuk digital agency? Pertanyaan bagus! Berikut beberapa tips yang sanggup Anda coba:

Cari Niche Market Potensial
Sebagai permulaan, Anda sanggup melakukan riset kata kunci untuk mencari niche market yang potensial. Dengan begini, Anda akan memperoleh ide berkenaan niche khusus yang diperlukan oleh orang. Jadi, potensi ke depannya sebetulnya bagus.

Anda sanggup riset dengan tools kata kunci gratis layaknya Ubersuggest, KWFinder, atau SEMrush. Cara pemanfaatan masing-masing tools sanggup Anda temukan di → 9 Cara Riset Keyword Akurat

Lakukan Riset Pasar

Setelah menemukan ide yang potensial, Anda kudu meyakinkan jikalau ide tersebut sebetulnya layak dijadikan bisnis. Bagaimana caranya? Dengan melakukan riset pasar! Anda sanggup melakukan riset pasar ke situs-situs freelance. Sebab, di sanalah umumnya orang-orang mencari jasa yang berhubungan dengan digital marketing.

Jika Anda tak menemukan sarana yang serupa, kemungkinan besar ide Anda tak akan laku di pasaran. Sebaliknya, jikalau Anda menemukan sarana yang sesuai dengan kata kunci, bermakna niche market tersebut sanggup dicoba.

Uji Coba Niche Market

Terakhir, saatnya Anda melakukan uji cobalah niche market tadi. Pertama, Anda sanggup memicu landing page sarana tersebut di situs digital agency Anda. Kemudian, melakukan campaign iklan layaknya pay-per-click dengan Google Ads. Tujuannya supaya digital agency Anda muncul di Google saat ada yang mencari dengan kata kunci tersebut.

Lalu, memperhatikan hasil uji cobalah Anda. Kalau hasilnya memuaskan bermakna selamat! Anda udah menemukan niche market yang cocok. Namun, jikalau hasilnya belum memuaskan, bermakna saatnya ulangi ulang berasal dari awal sampai menemukan ide yang pas.

Oh ya, di atas cuman penjelasan menentukan niche market secara singkat. Anda sanggup menemukan wejangan lengkapnya di → 3 Cara Tepat Menentukan Niche Market untuk Bisnis

Tentukan Model Bisnis

Model usaha di sini adalah bagaimana proses pembayaran agensi Anda. Memilih model usaha ini cukup perlu di tahap awal. Sebab, dengan model usaha yang pas Anda sanggup mobilisasi agency dengan efektif supaya lebih cepat berkembang.

Ada tiga model model usaha yang umumnya digunakan oleh digital agency:

Harga Tetap
Seperti namanya, Anda udah beri tambahan harga tetap untuk tiap tiap jasa yang ditawarkan. Misalnya, content marketing 10 artikel dengan harga 500 ribu rupiah atau pembuatan logo perusahaan seharga 750 ribu rupiah.

Model usaha ini amat terkenal di Indonesia gara-gara simpel dan enteng diterapkan. Klien juga suka gara-gara semua udah tahu berasal dari awal supaya sanggup menyesuaikan anggarannya.

Namun, kekurangan model usaha ini adalah tiap tiap order itu berbeda-beda tingkat kesulitannya. Misalnya, order A itu enteng supaya Anda selesai lebih cepat dan menguntungkan besar. Tapi, order B ternyata amat susah dan banyak revisi supaya Anda memperoleh profit lebih sedikit atau justru tombok.

Per Jam
Model usaha ini jarang diterapkan di Indonesia, namun cukup terkenal di luar negeri. Singkatnya, Anda udah memasang tarif per jamnya untuk semua jasa yang ditawarkan. Nantinya, klien akan membayar sesuai saat yang Anda habiskan untuk selesaikan ordernya tersebut.

Misalnya, klien A order jasa content marketing yang tarifnya 50 ribu per jam di agency Anda. Lalu, Anda selesaikan order tersebut di dalam 10 jam, bermakna klien kudu membayar 500 ribu.

Kelebihan model usaha ini adalah agency Anda akan tetap menguntungkan tak hiraukan seberapa susah ordernya. Sedangkan kekurangannya adalah klien kadang menjadi tak adil atau curiga dengan saat yang sebetulnya Anda habiskan.

Biaya Tetap Per Bulan
Dengan model usaha ini Anda akan menarik duit tiap tiap bulannya sesuai jumlah yang disepakati sampai proyek selesai. Model usaha ini umumnya dibebankan terhadap proyek jangka panjang atau klien tetap.

Sebagai contoh, klien order content marketing dua artikel per hari selama setahun. Lalu, sehabis tahu tingkat kesulitannya Anda setuju dengan cost 2,5 juta rupiah per bulannya. Nah, itulah jumlah yang kudu dibayarkan klien tiap tiap bulannya di tanggal yang udah ditentukan.

Keuntungan model usaha ini adalah jaminan pemasukan tiap tiap bulannya bagi Anda. Klien juga sanggup menyesuaikan anggarannya dengan leluasa gara-gara semua udah clear di awal.

Sedangkan kekurangannya adalah Anda akan susah memperoleh klien baru. Sebab, calon klien belum tahu bagaimana kinerja Anda, namun udah diharuskan membayar per bulan di dalam jangka saat tertentu.

Tentukan Nilai Jual

Setelah menentukan model bisnis, Anda kudu sanggup menjawab pertanyaan ini tanpa berpikir lama: apa yang memicu klien rela membayar Anda dibanding kompetitor?

Jika tetap perlu beberapa menit untuk menjawabnya —atau bahkan tak sanggup menjawabnya mirip sekali— bermakna digital agency Anda perlu nilai jual. Lalu, Apa sih sebetulnya nilai jual itu?

Nilai jual atau Unique Selling Point (USP) adalah perihal yang membedakan usaha Anda dengan kompetitor. Dengan kata lain, USP inilah yang menjadi alasan klien menentukan Anda dan bukannya digital agency sebelah.

Tanpa USP, digital agency Anda tak ada bedanya dengan ratusan digital agency lain di Indonesia. Kalau udah begini, kenapa klien kudu repot-repot menentukan digital agency Anda?

Ambil perumpamaan Diciri. Digital Creative Provider asal Bogor ini mempunyai USP yang cukup jarang dimiliki agency lainnya. Mereka memiliki aplikasi sendiri dan menerapkan rancangan “connecting idea” dengan kliennya.

Keberadaan aplikasi yang berguna mestinya marketplace memudahkan klien untuk melakukan order. Sementara “connecting idea” mengajak klien untuk berdiskusi dengan dan mencari solusi paling baik atas permasalahan yang ada.

Kedua perihal tersebut pasti saja menjadi kekuatan tarik yang cukup menggoda. Efeknya, klien tak akan susah menentukan antara Diciri atau agency lain yang “biasa-biasa saja.” Cuan singgah sendirinya gara-gara USP.

Maka berasal dari itu, pastikan digital agency Anda memiliki USP. Tenang saja, USP tak kudu muluk-muluk, kok. Berikut kami berikan beberapa ide USP untuk digital agency Anda:

Gratis konsultasi;
Diskon untuk order pertama;
Customer layanan ramah;
Revisi sepuasnya;
Garansi duit ulang jikalau lewat deadline;
Bonus bingkisan.
Jika inginkan mempelajari USP lebih lengkap, Anda sanggup membaca artikel → Apa Itu Unique Selling Point (USP)? Bagaimana Cara Menentukannya untuk Bisnis Anda?

Buat Website

Website untuk digital agency itu bagaikan Spongebob dan Patrick; tak terpisahkan.

Website sanggup menjadi fasilitas paling baik untuk memperlihatkan digital agency Anda ke dunia. Mulai berasal dari apa jasa yang Anda tawarkan, bergerak di niche market mana, apa nilai jual yang agency Anda miliki, portofolio yang dulu dikerjakan, dan lain sebagainya. Jadi, calon klien sanggup mengenal Anda dengan enteng tanpa kudu cari keterangan ke sana kemari.Oh ya, jangan lupa untuk menerapkan SEO di situs Anda. Sehingga situs Anda sanggup muncul di posisi atas Google saat orang mencari berkenaan digital agency. Lalu, pastikan juga bahwa situs digital agency Anda memiliki empat halaman ini:

Landing page — menampilkan semua jasa Anda disertai tombol untuk melakukan order (call to action);
Portofolio — menampilkan proyek-proyek yang udah Anda selesaikan beserta testimoni klien;
About Us — menceritakan siapa Anda, apa saja pencapaiannya, dan juga visi dan misi yang dijunjung;
Contact Us — memuat informasi kontak yang sanggup dihubungi calon klien. Mulai berasal dari nomor telepon, email, lokasi kantor, dan lain sebagainya.

Terapkan Digital Marketing

Hal ini sepertinya amat tahu dan tak kudu dijelaskan panjang lebar. Anda pasti udah tahu betul betapa pentingnya pemasaran digital di zaman sekarang. Jadi, menerapkannya ke usaha sendiri pun menjadi langkah kudu yang tak boleh dilewatkan.

Maka berasal dari itu, untuk kiat dan penerapannya, kami serahkan seluruhnya kepada Anda. Mulai berasal dari social fasilitas marketing, memicu Google Bisnisku, content marketing, copywriting, dan lain sebagainya.

Tak percaya? Buktinya, pembeli digital di Indonesia meningkat berasal dari 119 juta tahun lantas menjadi 137 juta di tahun 2020 ini. Presentasenya pun juga melonjak berasal dari 58% menjadi 68% berasal dari total populasi. Wow!

Namun sayangnya, tak semua usaha sanggup menerapkan digital marketing dengan optimal. Masih banyak yang belum memiliki website, sosial fasilitas yang tak terurus, sampai cuman foto product yang tidak cukup mengunggah. Anda pasti udah sering menemukan usaha yang layaknya ini.

Efeknya, berasal dari satu juta UMKM yang mencoba merambah online, cuma 5% saja yang berhasil. Kendalanya? 34% tak sanggup manfaatkan internet dan 23,8% gara-gara tidak cukup ilmu mobilisasi usaha secara online. Artinya, kendati potensi pembeli di pasar digital itu sangatlah besar, namun timpang dengan sekurang-kurangnya jumlah UMKM yang go online.

Nah, disitulah celah yang sanggup dimanfaatkan oleh digital agency Anda. Masih banyak UMKM dan usaha yang tetap setengah-setengah dan belum optimal di dalam menerapkan digital marketing. Mereka memerlukan Anda supaya produknya sanggup drastis di antara kompetitor dan memenangkan persaingan.

Supaya lebih meyakinkan, tersebut adalah beberapa alasan kenapa usaha mengandalkan digital agency untuk pemasarannya. Jadi, Anda sanggup bernafas lega gara-gara kesempatan digital agency ke depannya cukup baik.

  1. Ditangani oleh Ahlinya
    Tidak semua usaha mempunyai divisi pemasarannya sendiri. Apalagi jikalau bisnisnya tetap seumur jagung dan berusaha menghemat gaji pegawainya. Kalau udah begitu, daripada pemasarannya tidak optimal, mending di serahkan saja kepada digital agency yang udah ahlinya, kan?
  2. Bisnis Bisa Lebih Fokus
    Pemasaran digital yang bagus itu memerlukan tenaga dan saat yang tak sedikit. Mulai berasal dari memikirkan strateginya, melakukan riset, menciptakan konten, mencari model untuk promosi produk, dan lain sebagainya.

Kalau amat repot melakukan pemasaran digital, kapan sanggup fokus mobilisasi usaha dan mengembangkannya? Maka berasal dari itu, usaha menentukan manfaatkan digital agency supaya sanggup fokus terhadap hal-hal lain yang lebih penting.

  1. Perkembangan Digital Marketing yang Ngebut
    Tahukah Anda jikalau 76% orang berasumsi dunia pemasaran itu lebih banyak beralih di dalam dua tahun paling akhir dibanding 50 tahun kebelakang? Bukan suatu perihal yang mengejutkan sebetulnya gara-gara internet sebetulnya berkembang amat pesat di dalam beberapa tahun terakhir.

Maka berasal dari itu, banyak usaha yang tak sanggup mengikuti perubahan yang ngebut bak Valentino Rossi ini. Efeknya, mereka akan mengandalkan digital agency supaya tak ketinggalan tren pemasaran dan tetap relevan dengan audiensnya.